Menjamurnya resto-resto steak terutama di kota-kota besar agaknya tak hanya merupakan bagian dari gaya hidup saja, namun juga dikarenakan animo masyarakat yang memang menyukai daging yang digrill dan dinikmati dengan aneka ragam saus. Makan steak untuk sebagian besar orang memang menimbulkan cita rasa tersendiri yang membuat mereka selalu ingin kembali. Namun coba bayangkan apabila kamu harus menghabiskan uang sekitar 100 sampai 250 ribu rupiah per minggu untuk memuaskan hobi makan steak kamu!, pasti kantongmu kebobolan. Alternatifnya adalah menciptakan suasana dan cita rasa steak yang kamu inginkan di rumah. Jangan khawatir akan gagal, justru disinilah tantangannya jika kamu mengaku seorang pencinta makanan.
Mendapatkan rasa steak yang enak dan pas seperti yang terdapat di restoran kelas hotel bintang lima, memang tak mudah tetapi tentunya semuanya berawal dari cara kamu memilih jenis steak untuk diolah menjadi hidangan sempurna. Daging steak sendiri terdiri dari berbagai jenis yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan kantong kamu.
Pernahkan kamu berdiri di lorong daging supermarket dan menemukan beragam tipe daging steak yang tidak kamu pahami. Pada umumnya ada empat jenis daging steak yang bisa kamu pilih dan keempat jenis ini memiliki tekstur serta rasa tersendiri. Keempat jenis daging steak ini memberikan kamu petunjuk untuk memilih rasa dan kelembutan dari daging steak. Jenis tersebut didasarkan pada usia sapi yang dipotong dan tekstur lemak pada daging steak yang dikenal dengan nama marbling. Marbling atau marmer adalah bercak atau titik lemak yang terdapat pada potongan daging dan dinamakan seperti itu dikarenakan memang tekstur dan rupanya menyerupai marmer.
Prime Beef
Prime beef merupakan jenis daging steak yang paling mahal dari keempat jenis tersebut. Tesktur marmer pada daging tersebut benar-benar sempurna dan hanya 2% dari seluruh daging yang memiliki kualitas prime beef. Kebanyakan dari prime beef ini dijual ke restoran-restoran hotel bintang lima dan restoran yang menyajikan fine dining. Namun kamu bisa menemukannya di tukang daging apabila kamu memang mengetahui tekstur dari prime beef tersebut. Untuk acara-acara tertentu yang benar-benar special, kamu memang harus membeli prime beef sebagai makanan utama.
Certified Angus Beef
Walaupun jenis ini bukan merupakan jenis daging steak yang secara resmi penggolongannya namun daging jenis ini merupakan stkamur berkualitas dari segi kelembutan, rasa dan teksturnya. Hanya 8% dari daging steak yang memenuhi stkamur tersebut. Banyak orang yang memilih daging jenis ini dikarenakan teknik marblingnya memang hampir mirip dengan prime beef. Daging jenis ini dapat ditemukan di supermarket-supermarket seperti kemchick, meat store dan juga supermarket yang khusus menjual daging. Daging jenis angus beef ini merupakan alternative yang paling baik apabila kamu ingin membeli daging kualitas baik dengan harga masih terjangkau.
Choice Beef
Daging jenis ini merupakan tipe daging steak yang banyak ditemukan dan kamu bisa menjadikannya sebagai hidangan hari sabtu bersama keluarga atau menjamu teman dekat. Daging ini berasal dari sapi muda dan teknik marblingnya sederhana. Choice beef merupakan pilihan yang sempurna untuk teknik grill.
Select Grade Beef
Jenis merupakan jenis yang lebih murah dari Choice beef. Dikarenakan tekstur marblingnya yang tak terlalu baik maka dagingnya terasa lebih alot dan rasanya tak seenak choice beef. Untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut kamu bisa merendamnya dengan bumbu-bumbu sesuai pilihan semalaman serta memanggangnya di keesokan hari.
Kini kamu telah mengetahui jenis daging steak yang kamu pilih, seringkali kamu merasa bahwa steak yang kamu sajikan dirumah tak seenak yang dijual di restoran. Hal ini dikarenakan teknik penyimpanan dari daging itu sendiri. Steak dengan kualitas sangat baik yang dijual di restoran biasanya telah melalui proses penyimpanan atau” aging” selama beberapa minggu.
Teknik tersebut terdiri dari dua proses yaitu dry aging dan wet aging. Untuk dry aging, daging steak yang telah dipotong disimpan di lemari pendingin selama 3 sampai 6 minggu tanpa dibungkus apapun. Teknik ini membuat daging kehilangan 10% dari beratnya dan lebih terkonsentrasi ke rasanya. Proses ini juga membuat tekstur daging menjadi lebih lembut. Untuk wet aging memiliki proses penyimpanan yang mirip dengan dry aging, namun bedanya adalah daging steak yang telah dipotong disimpan diplastik terlebih dahulu sebelum disimpan dilemari pendingin. Apakah dry aging atau wet aging yang kamu pilih, keduanya memberikan rasa yang lebih lezat dan tekstur yang lebih lembut untuk daging steak kamu. Selamat mencoba!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar